Tampilkan postingan dengan label About Love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About Love. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Mei 2014

Hello Goodbye

Hai kamu yang sudah bertahun pergi. Ya ingin sekali aku menanyakan bagaimana harimu tanpa aku? Sudah 2 tahun berlalu, dan jujur aku masih sering mengingatmu. Entahlah, maafkan aku.
Hai kamu yang telah lama bersama yang lain. Rasanya masih saja ada perasaan yang tak mungkin hilang. Bagaimana dengan kamu? Masihkah kamu memikirkanku juga?
Hai kamu yang tak pernah menyapaku. Apa kamu memang sudah benar-benar lupa padaku? Yang menemanimu di saat terburukmu. Aku masih saja terkadang mengharapkanmu hadir di hidupku.
Hai kamu yang menghilang bersama waktu. Bagaimana kamu bias melupakan aku secepat itu, sedangkan sampai detik ini namamu masih ada di hatiku?
Hai kamu yang pernah mencium keningku. Apa kamu ingat bagaimana kita menghabiskan 3 tahun itu dengan tangis dan tawa bersama?
Hai kamu yang pernah menggenggam erat tanganku. Bagaimana bias kamu secepat itu berlari dari hatiku sedangkan aku masih saja merangkak menjauhi kenangan kita.
Hai kamu yang masih ada di hatiku. Apa bias aku melupakanmu? Hidup kita sudah lama tak searah, namun tetap saja ku merindukanmu.

Dan, selamat tinggal untuk kamu. Lupakan kata-kata bualanku tadi. Kita tak akan pernah kembali. Sedetik pun rasanya tak mungkin. Maafkan aku masih memikirkanmu. Dan maafkan aku juga berharap jahat, bahwa kamu berpisah dengannya. Semoga kamu bahagia, dan dilimpahi kebahagiaan. Semoga tak ada lagi rasa sakit seperti yang aku rasakan seperti dulu. Semoga..

Rabu, 26 Februari 2014

Aku cinta kamu

Rasanya, kalimat ini sekarang berat sekali untuk ku ucapkan. Bukan karena apa-apa, aku menyadari bahwa cinta bukanlah lagi hal sepele dan bukan hanya sekedar suka. Cinta dalam pandanganku sekarang memiliki makna yang besar. Ya, cinta bagiku dalam kaitannya dengan lawan jenis, ketika aku dan dia berada dalam satu ikatan pernikahan.
Entah ini apa, aku hanya terobsesi untuk menjalankan hubungan yang halal. Yang jauh pasti akan lebih indah dan bermakna.
Bukan apa-apa, karena aku terlalu takut untuk kehilangan lagi. Aku terlalu takut untuk meninggalkan dan ditinggalkan lagi. Aku terlalu takut untuk mengkhianati dan dikhianati lagi.

Jumat, 07 Februari 2014

Hanya Ingin Bilang "Hay"

Entah kenapa sudah terlalu banyak tulisanku yang terinspirasi darimu, iya dari sebuah luka yang kamu berikan padaku.
Ku akui, aku sulit melupakanmu. Melupakan dirimu pernah ada di hatiku. Namun sejujurnya, aku sudah hampir lupa bagaimana indahnya perasaanku padamu. Aku lupa bagaimana hari-hari yang ku lewati bersamamu. Yang ada di ingatanku hanya cuplikan-cuplikan tak beraturan dan berbentuk luka tentang dirimu.
Sehingga, maafkanlah aku jika terkadang aku rindu masa itu, bukan karena aku ingin kembali bersamamu, tapi karena aku lupa bagaimana cara mengingatnya, masa indah kita, aku penasaran bagaimana indahnya saat bersamamu, karena aku tak dapat lagi merasakan itu.
Bukannya aku tak bahagia dengan diriku yang sekarang, jujur aku bahagia meskipun sering jatuh tapi aku menikmati, karena segala hal yang terbaik membutuhkan waktu dan membutuhkan banyak kegagalan. Tapi entah, namamu hampir tak pernah aku lupa.
Sehingga, maafkanlah aku jika terkadang aku mengkhayalkanmu, karena sejujurnya aku tak punya keberanian bertegur sapa denganmu atau sekedar bertanya kabarmu. Karena aku menyadari, aku adalah masa lalu yang harusnya tak pernah mengganggu dirimu lagi, walau sebenarnya aku hanya ingin mengucapkan "hay".


Senin, 05 Agustus 2013

Siapalah Aku?

Sebenarnya, aku menyayangimu sejak pertama. Namun, aku tak punya keberanian untuk menunjukkan diriku padamu. Kamu memang bukanlah seseorang yang istimewa, namun dalam dirimu ada sesuatu yang sangat menarik perhatianku. Namun, sekali lagi aku bukanlah seseorang yang mampu melakukan hal jahat pada temanku sendiri yang menyayangimu, bahkan mencintaimu lebih dari aku. Sehingga aku hanya memilih untuk menjalin keakraban bersamamu sebagai teman.

Namun, tanpa aku sadari kita menjadi semakin dekat. Hingga tak mampu lagi ku bendung perasaanku, bahwa aku "tertarik" pada senyummu itu. Tapi, sebagai seorang wanita yang mempunyai gengsi tinggi, aku tak mau kamu tahu perasaanku, karena aku tahu satu hal, kita tak mungkin bisa bersama lebih dari berteman. Kita hanya teman, ya hanya teman.

Kita sering berhubungan, sering berjalan bersama, namun itu semua tak mengubah apa-apa, kecuali kita hanya seorang teman. Hingga pada akhirnya kamu menyatakan kamu menyayangiku, tapi entahlah aku malah tak ingin lebih, apalagi menjadi kekasihmu, itu hal yang sangat di luar inginku. Dan memang, kamu tak menginginkan itu dariku, hanya ingin kita saling menyayangi dengan cara kita sebagai "teman".

Tapi, aku tahu bagaimana dirimu. Kamu tak ingin terikat, begitupun aku. Kamu memiliki orang lain yang juga kamu sayang. Entah kenapa aku merasa cemburu, aku merasa harusnya perhatianmu tak kamu bagi dengan yang lain. Namun, aku menyadari, orang itupun juga merasakan sakit yang sama sepertiku. Dan sebenarnya, akulah yang berada di antara kalian. 

Berhakkah aku marah kamu menempatkan aku di posisi seperti "perusak" ? Sedangkan kamu sendiri yang berjalan menatakan sayang itu padaku. Berhakkah aku merasa cemburu atas kasih sayang yang juga kamu beri padanya? Sedangkan kita telah sepakat hanya menjadi "teman". Berhakkah aku merasa benci padanya? Sedangkan akulah yang hadir di antara kalian, dialah yang pertama, dan aku hanya "selirmu".

Dan aku menyadari, ini memang inginmu sejak awal. Aku tak boleh menyeberangi sisi kehidupanmu yang lain selain jalinan antara kamu dan aku saja. Apa yang harus aku lakukan? Memanggilmu sayangpun aku tak berhak dan tak mampu. Aku ingin mundur, dan menyelesaikan kerumitan ini. Namun, kamu tak tahu akan semua yang aku tahu, hingga akupun sebenarnya tak berha menghakimimu.

Aku menyayangimu, walau aku bukanlah siapa-siapa selain "penghiburmu". Maaf, aku cemburu. Maaf aku marah. Maaf aku sakit hati. Harusnya aku menyadarkan otak dan hatiku, bahwa siapalah aku ini? Dan tentu saja aku tak ada artinya, kata-katamu itu mungkin hanya untuk kesenangan, bukan keseriusan. Maafkan aku, yang menginginkan semua itu jujur. Maafkan aku, maafkan aku. Siapa kamu? Siapa dia? dan Siapalah aku?

Namun, aku tak berani mundur, namun aku juga tak berani maju. Atau ku biarkan saja ini? Sampai kamu akhiri sendiri? Aku tak menginginkan kamu memilih. Aku juga tak berhak untuk itu. Dan kini aku hanya menikmati kebersamaan yang setengah-setengah, yang menggantung, dan membuatku selalu berpikir siapalah aku ketika bersamamu. Dan menyadari aku bukan siapa-siapa dan tak akan menjadi siapa-siapa dalam hidupmu.

Kamis, 01 Agustus 2013

LDR oh LDR

LDR, LDR, LDR. Ada yang menakutkan dalam kisah cinta itu. Kisah cinta yang terpisah oleh jarak, ruang, dan waktu. Dan LDR sulit untuk dijalani, susah dilalui, dan juga mempertahkannya butuh kekuatan. Ya entahlah kenapa LDR bisa menjadi momok yang begitu menyiksa bagi para pecinta. Termasuk aku. Begitu menyesakkan dada, ketika cintamu terhalang oleh lautan, dan membutuhkan ratusan bahkan jutaan hanya untuk bertemu. Tapi sebagai seseorang yang mencinta, aku tetap bertahan pada jalinan kisah ini.

Kata orang, LDR itu hubungan abeh. Gimana enggak, kunci utama dalam hubungan adalah saling percaya dan komunikasi. Jika komunikasi yang menurutku tidak perlu terlalu intens, tapi kalo komunikasi itu cuma diisi salah paham, itu pun berpengaruh. Komunikasi yang baik itu adalah komponen penting, namun akan sangat merugikan ketika komunikasi itu hanya diisi dengan pertengkaran yang tak jelas.

Pelaku LDR, juga butuh kesabaran ekstra, karena ini memang berdampak langsung pada rasa rindu yang menyesakkan dada pada setiap harinya. Engga cuma itu, sabar juga dibutuhkan ketika konflik terjadi. Karena apa, ketika pasangan bertengkar, mereka gabisa ketemu buat membahas masalah, mereka cuma bisa komunikasi tanpa tatap muka, dan itu merupakan kerugian. Karena percaya atau engga, ini yang aku rasakan selama ini. Ketika bertemu pasangan setelah sebelumnya bertengkar, semua rasa marah dan emosi itupun hilang ketika bisa menatap wajahnya.

Sebagai LDR's actor, aku mungkin kurang berpengalaman, dan ini hal sulit yang harus aku jalani. Terkadang ketakutan muncul sendiri di benak, dan itu menimbulkan kegilaan, yaitu galau tanpa batas. Aku mungkin bukan pasangan yang sempurna, tapi aku selama ini berusaha sabar, kunci LDR itu sabar :) Apapun yang terjadi, pikirkan dalam kepala dingin. Karena tanpa kita sadari LDR menjadikan kita berpikir lebih dewasa dan rasional. Ketika dia tidak ada kabar, hentikan pemikiran "apa mungkin dia sedang jalan sama yang lain?" hal itu cuma akan merusak pikiranmu, ketika kamu tahu hubunganmu LDR di awal, pasti kamu juga harus siap dengan segala konsekuensi, seperti dia tanpa kabar, dan tentu saja kita tidak bisa menemui dia kapan saja. Percayai bahwa dia yang di sana sedang sibuk, dan percayai dia bahwa dia tak akan mengkhianatimu.

LDR oh LDR, kamu begitu menyiksa, namun kamulah yang kini aku pilih. Aku menjalani ini dengan rasa bahagia karena aku memang mencintaimu sepenuhnya. Memang butuh waktu untuk bertemu, namun ketika cinta memang ada jarak, ruang, dan waktu tak akan berarti apa-apa bagiku. Kamulah yang aku pilih. Dan cuma kamu selamanya. My LDR.

Selasa, 26 Februari 2013

Untuk Ayah dan Ibu


Aku merindumu
Lebih dari rasa sedihku
Aku mencintaimu
Lebih dari rasa sakitku

Mungkin aku telah lupa
Semua kenangan kita yang telah lama berlalu
Aku lupa suara lembutmu
Aku tak ingat hangatnya pelukmu

Aku hanya ingat senyum tulus
Di raut wajahmu yang meneduhkan
Aku hanya ingat
Bagaiman caramu tunjukkan
Kasih dan sayangmu padaku

Namun...
Semua samar-samar
Aku berusaha mengingat semua
Sulit...
Karena rasa kecewaku terhadapmu
Aku kecewa karena kamu meninggalkanku
Di tengah padang pasir ini sendirian
Tapi, aku tak bisa untuk membencimu

Andai saja dulu...
Ada sedikit waktu dan kesempatan
Aku ingin menggenggam tanganmu erat
Membawamu berlari menuju bulan
Bersama kamu selamanya

Namun...
Sekali lagi...
Harapan untuk bersama telah lama hilang
Aku hanya bisa menunduk lesu
Aku kini berjalan sendirian
Namun, aku yakin kamu menungguku di surga

Tunggu aku...
Percaya padaku...
Akan ku kalahkan dunia
Akan ku tunjukkan pada semua..
HANYA UNTUKMU AYAH,IBU
Tetaplah tersenyum di sana
Karena aku akan selalu tersenyum di sini

Aku dan Kamu

Aku dan kamu itu indah..
Aku dan kamu itu cinta..
Aku dan kamu itu satu..
Aku dan kamu itu bahagia..
Aku dan kamu itu tak akan terpisah..
Aku dan kamu itu SELAMANYA..

We for forever..

NB: 12 Mei 2011 pukul  06:44

Luka Di Sini

Ternyata apa yang menjadi mimpiku bukanlah mimpimu,meski mimpimu adalah mimpiku juga..
Ternyata sesuatu yang indah bagiku adalah bukan sesuatu yang indah bagimu,walau sesuatu yang indah bagimu juga ku coba menjadi indah di mataku..
Ternyata apa yangg membuatku bahagia bukanlah yang membuatmu bahagia,walau apa yang menjadi bahagiamu adalah bahagiaku..

Ternyata semua kisah yang menjadi mimpiku, asaku, kesukaanmu bukanlah sesuatu yang membuatmu tertarik..
Terlalu egois,terlalu acuh tak acuh..

Luka di sini..
Menggoreskan sebuah tanya,mungkinkah dapat kita terus bersama di atas sebuah perbedaan.
Memang kita punya cinta,tapi mimpi kita tak sama.
Ku coba melengkapimu tapi kamu tak melengkapiku.
Luka di sini..
Mengguratkan sebuah kenyataan,rasa sakitku yang telah kamu buat saat kamu katakan mimpiku terlalu tinggi..
Luka di sini..
Menyadarkanku bahwa kamu tak pernah mencoba menyukai hal-hal yang aku sukai,walau aku selalu berusaha menyukai hal yang tidak aku suka untukmu..



NB: Catatan di akun Facebok saya ^^
16 Juni 2011 pukul 02:02

Seseorang yang Aku Impikan

Aku membutuhkan seseorang yang mau meminjamkan bahunya untukku bersandar,dan membiarkan aku menangis dalam dekapnya,menungguku sampai kuat berbicara tentang apa yang ku rasa,mencoba memahami apa yang aku rasakan dan apa yang aku butuhkan dari dia di saat seperti ini.
Aku tidak menginginkan seseorang yang menghapus airmataku dan berkata "sudah jangan menangis" tapi seseorang yang membiarkan aku menangis dan berkata "menangislah,jika itu buatmu merasa lega"
Aku berharap seseorang itu tidak menyalahkan aku atas pemikiranku,tapi mencoba memberikan pencerahan di saat aku galau.
Dan aku menginginkan seseorang yang mau mendengarkan aku sampai aku selesai,bukan seseorang yang berkata sedikit lalu pergi menghilang begitu saja tanpa peduli lagi.


NB: Copy-paste dari catatan saya sendiri di Facebook ^^
Pada 20 Juli 2011 pukul 00:29

Senin, 25 Februari 2013

Untitled 2

Aku tipe introvert.. Lebih suka mengungkapkan perasaan melalui sebuah tulisan ataupun memendamnya sendiri.. Aku bukan tipe seseorang yang gampang menjelaskan sesuatu lewat pembicaraan secara langsung..

Aku lebih suka diam, mengungkapkan lewat kata-demi kata yang aku tulis..
Ya mungkin ini salah satu yang ingin aku ungkapkan..


Aku sampai pada titik di mana aku semakin bingung bagaimana cara menempatkan diri di sampingmu.. Aku ingin melakukan ini, tapi aku takut semakin salah.. Semakin jauh dari mindset "keinginanmu" terhadap apa yang kamu sebut pasangan.. Kamu menuntutku seperti ini dan itu, kamu benar tak ada dari kata-katamu yang salah, tapi harusnya kamu sadar aku pribadi yang berbeda.. Aku susah beradaptasi dan melakukan hal-hal yang aku anggap "aneh" dan tak biasa untuk aku lakukan..

Aku, aku berbeda. Aku bukanlah kekasih-kekasihmu yang dulu yang menurutku "liar".. Dan aku sama sekali bukan tipe wanita seperti itu.. Aku, adalah aku.. Aku yang punya pemikiran dan prinsip hidup yang mungkin kamu anggap "aneh" tapi itu menurutku "benar" dalam pandangan filosofisku..

Senin, 19 November 2012

Tak pernah ada kata "KITA" di antara kita

Aku tak mengerti di sebut apakah kita? Teman? Saudara? Ah lagaknya kita lebih dari itu..
Tapi apakah kita sepasang kekasih?? Dan sekali lagi kita bukan itu! Kita abu-abu. Dan aku ragu itu tak akan menjadi putih.
Suatu saat abu-abu itu bukanny semakin jelas menjadi hitam. Tapi memudar tanpa warna. Aku menyadari itu.
Kita terlalu absurd. Terlalu kabur. Dan aku tau ini mungkin tak akan bertahan lama. Kita rapuh tanpa pondasi.
Mungkin ada sedikit cinta di antara kita. Tapi kita meragu. Lebih memilih diam dalam kebersamaan yang kosong tapi berwarna. Aku bahagia.
Kita memang bersama. Tapi kita tak saling kenal. Kita tak saling paham. Kita hanya merasa nyaman dengan seperti ini. Tak perlu lebih lagi.
Kamu ada di saat aku butuh, dan aku ada di kala kamu rindu. Itu saja. Apa ini? Aku kadang merasa lelah.
Kita tanpa dasar. Kita tanpa mimpi. Kita stagnan!
Namun kestagnanan ini yang memberiku nikmat luar biasa, karena menyadari bersamamu adalah sesuatu yg patut aku syukuri.
Meski kita, tak pernah ada kata "kita". Meski kita, tak pernah saling memiliki dan mencinta. 
Meski kita tetap saja bersama namun tak benar-benar "bersama".
Aku bahagia telah mengenal sosok sepertimu.

Minggu, 29 Juli 2012

Sudah Terbiasa

Ya, Aku wanita. Aku butuh cinta. Tapi aku sepenuhnya menyadari kini tak ada cinta untukku dari seorang pasangan.

Jumat, 27 Juli 2012

Tanpa Judul

Begitu banyak lelaki yang telah mencoba masuk ke dalam hatiku.
Berusaha mengukirkan namanya di hatiku.
Tapi selalu gagal.
Aku sulit tuk membuka hati.
Ya, sangat sulit menerima orang baru di kehidupan cintaku.

Aku merasa begitu bodoh.
Kenapa? Kenapa aku begitu sulit tuk jatuh cinta?

Rabu, 25 Juli 2012

You

My heart has been taken by someone who might not be mine ~ But, I'm still waiting for him to love me ~ B'coz there is a miracle when you believe :) 


And someone that I love is you

I love you, somehow. I do not know why. All I know if I'm happy with you. Although I know you just think of me as a friend. I'm not demanding anything from you. I just want to be with you.

I'm trying to make you love me. Somehow I became like this. But I still believe you will love me someday.
But, I'm afraid you go away, if you know my love is you.
I'm sorry. I could not control my heart.


Until sometime in the future if you still do not love me, not why.
But remember me, I'll still remember you in my heart as the love that remains uncovered.


I love you :)

Selasa, 24 Juli 2012

Minggu, 22 Juli 2012

Setitik Motivasi bagi yang Kehilangan


Untuk melupakan sesuatu hal yang penting, itu tidaklah mudah. Dan pastinya menyakitkan!
Apalagi sesuatu yang kita anggap berarti dalam hidup kita. Itu hal mustahil!
Hal yang berarti bagi kita, tak selamanya indah bukan? Semua punya batas. Ada masa expirednya *haha
Hal yang pada awalnya membahagiakan dan memberikan senyuman merekah, akhirnya juga nanti berakhir dengan tangisan. *karena setiap awal pasti ada akhir. Intinya tak ada yang abadi!
Sering berpikir "bagaimana aku bisa melupakan ini semua?" atau "aku ingin melupakan ini, aku sudah bosan!". Mustahil terwujud! Kecuali amnesia!
Karena hal yang paling berharga dan juga paling menyakitkan tak akan pernah bisa dilupakan! *percaya deh!
Sesuatu yang berharga itu punya batas kepemilikan, intinya itu hanya titipan. Kapan saja Tuhan ingin mengambilnya dari kita, kita harus siap. Siap tapi bukan berarti bisa rela dan ikhlas. Tapi belajarlah untuk itu.
Sesuatu yang berarti juga kadang menimbulkan kesakitan, karena di saat nanti tak bisa lagi memilikinya, ada timbul ketidak-relaan sesuatu itu dimiliki orang lain. Dan akhirnya timbul perasaan cemburu dan sakit.
Tapi ingatlah dan berbanggalah bahwa kamu pernah memilikinya. Berbesar-hatilah dan tetap percaya Tuhan akan memberikan pengganti yang lebih indah.
Sesuatu yang begitu berarti, yang sempat dimiliki dan akhirnya harus kehilangan. Tak perlu berusaha dilupakan. Tetap jadikan itu sesuatu yang berarti *walau sudah tak ada.
Tetap tempatkan "dia" dalam sebuah kotak kenangan, yang bila kita rindu kita bisa membukanya. Namun satu, jangan DISESALI ataupun DITANGISI!
Biarkan semua berlalu, tak perlu melupakan! Tapi mulai membuka hati untuk hal-hal baru yang lain yang pastinya akan jauh lebih berarti.
Ikhlas dan rela! Sebenarnya hanya itu kuncinya. Selebihnya usaha dan pendirian bahwa tak akan pernah menoleh ke belakang lagi!
Percayai bahwa di depan sana sudah banyak hal indah yang telah menunggu dan harus dikejar dengan segera!
Maka, sesuatu yang berharga itu akan tetap menjadi berharga. Intinya menjadi pengalaman dan kenangan! Bukan HARAPAN!
Harapan itu ada di depan, bukan di belakang!
Hadapi segala sesuatu dengan senyum penuh keikhlasan, bahwa Tuhan tak akan membiarkan kita sendirian. Akan ada gantinya. Waktu yang akan menjawab.
Jangan jadikan masa lalu itu sebagai harapan. Itu bodoh! Karena jika terus berkutat dengan harapan-harapan palsu intinya membunuh masa depanmu sendiri. Tinggalkan! Lepaskan! Berlari! Kejar yang terbaik di depan sana!
Ketika sesuatu yang kita harapkan hanya menimbulkan kesakitan. Lepaskan! Itu hanya menimbulkan keburukan! Hidup itu sederhana jika sesuatu mebahagiakan maka PERTAHANKAN. Jika sesuatu itu menyakitkan maka LEPASKAN!
So, never give up with your life. Make your life colorful with your smile. ^^

Jumat, 20 Juli 2012

Tanpa Kamu

Entah kenapa, setelah pergi darimu kehidupanku lebih tenang.
Kehidupanku lebih bahagia dan tanpa beban lagi.
Aku merasa inilah hidup yang memang aku inginkan tanpa kamu.
Walau beberapa waktu yang lalu aku selalu berpikir, hidupku hanya akan bahagia jika masih ada kamu di sisiku.
Tapi semua SALAH BESAR!
Dan 100% SALAH!
Hidupku bahagia sekarang, aku bisa menjalani hari-hariku dengan senyum tanpa beban, tertawa lepas.
Dan setetes tangisan pun tak ada.
Tuhan memang benar, dia memisahkan aku denganmu karena untuk kebahagiaanku, dan pastinya kebahagiaanmu juga.
Aku tak menyesali pertemuan maupun perpisahan kita, karena kamu dulu adalah malaikat penjagaku.
Tapi, sekarang tidak.
Aku menyadari kamu hanya kepingan masa lalu. Yang harus ku masukkan ke dalam kardus. Dan tak boleh kembali aku ambil dan ku putar lagi.
Aku hanya boleh melihatmu sesekali, untuk dijadikan renungan. Bukan untuk meratapinya.
Aku telah mengakhiri semuanya. Menghapus jejakmu di hatiku. Semua luka telah aku hapus.
Aku telah siap menerima cinta baru. Karena seperti yang aku rasakan sekarang, aku sudah tak lagi mencintaimu.
Tuhan memang adil.
Aku tak menghujatmu, tak membencimu, aku hanya ingin hidup tanpa kamu.
Kamu masa lalu indah, tapi aku yakin masa depanku akan lebih indah.
Kebahagiaanku sudah di depan mata.
Ku telah maafkan kamu, perlakuanmu, dan perkataanmu.
Aku sudah menjalani hari-hari yang lebih berwarna meskipun masih sendiri.
Namun ini lebih baik dibanding menjadi bayang-bayangmu.
Semoga kamu juga demikian. Aku sudah benar-benar pergi dari hidupmu seperti yang kamu mau.
Dan aku tak akan kembali.

Kamis, 19 Juli 2012

Tuhan, Beri Aku Cinta



Tuhan, beri aku cinta.
Aku tak perlu cinta yang berlebihan dan terlalu dalam. Karena aku tahu cinta yang seperti itu membutakan mata hati dan logika. Seperti yang telah aku rasakan kemarin.
Seperti apa kata-Mu "sesuatu yang berlebihan akan berakibat tdak baik."
Aku sudah tak ingin merasakan cinta yang seperti itu, karena hanya akan menghasilkan sakit.
Aku ingin cinta yang sederhana, tapi indah dan mebahagiakan serta menenangkan jiwa.
Cinta yang bisa bermanfaat tidak hanya untuk aku dan dia, tapi semua orang.
Aku ingin merasakan cinta, bukan cinta yang bertepuk sebelah tangan.
Bukan cinta tak terbalas.
Tapi cinta yang saling bersambut dan saling melengkapi.
Aku ingin merasakan cinta di mana aku dan dia saling meyakini bahwa kami ditakdirkan bersama.
Aku ingin cinta yang saling menjaga, saling setia, saling mengerti, saling memahami, saling berbagi.
Cinta yang tetap menggenggam erat tanganku apapun yang terjadi.
Saling berpelukan dalam setiap cobaan yang Engkau berikan.
Bertahan dalam kesakitan.
Itu cinta yang aku mau.
Tak berlebihan tapi bersama selamanya.
Cinta yang bisa meningkatkan cintaku pada-Mu,
Cinta yang Engkau Ridhoi, dan membawaku bersamanya menuju surga-Mu.
Tuhan, aku tahu permintaanku ini terlalu sempurna.
Namun aku hanyalah manusia yang jauh dari sempurna tapi selalu menginginkan kesempurnaan.
Tuhan, hentikalah rasa sepi ini dengan lengkapnya hari-hariku bersama dia.
Dia sang pemilikku yang telah kau tetapkan.
Segeralah pertemukan.
Maafkan aku yang terlalu tergesa-gesa, aku hanya takut semakin larut dalam kebimbangan dan ketidakpastian terhadap takdir cintaku yang Engkau telah rencanakan.
Jika Engkau tidak ingin mempertemukan kami sekarang, itu adalah rencana-Mu.
Aku tak bisa menuntut apa-apa.
Hanya satu pintaku Tuhan,
Beri aku cinta yang mebuatku merasa sempurna menjadi wanita.
Amin.. Amin.. Ya Robbal Alamin.

Aku, Temanmu yang Mencintaimu



Aku menginginkanmu.
Mengharapkan kamu tuk jadi pemilik hatiku, tapi aku tahu ini hal yang tak mungkin.
Kamu mengharapkannya.
Aku tak tahu, kenapa kamu mendekatiku. Apa hanya untuk berbagi kesedihan dan tertawa bersama sebagai sahabat?
Ataukah memang kamu merasakan hal yang sama?
Aku tak tahu. Dan aku mencoba tak ingin mencari tahu.
Aku hanya ingin menikmati saat bersamamu sekarang.
Karena aku tau saat kamu tau aku menyukaimu, kamu akan pergi menjauh.
Dan aku tak mau itu terjadi.
Aku ingin bersamamu walau hanya sebatas teman berbagi.
Aku ingin bersamamu mengobati semua lukamu.
Walau akhirnya aku tau, kamu tak mungkin bisa berada di sisiku.
Maafkanlah aku yang telah jatuh cinta padamu. Aku hanya tak bisa mengendalikan perasaanku sendiri.
Aku naif.
Aku berharap, namun tak banyak berharap. Aku hanya berharap kamu menyambut hatiku.
Ya, walau semua itu agaknya sulit untuk terjadi.
Tapi, ingatlah aku sebagai teman yang mencintaimu.

Rabu, 18 Juli 2012

UNGKAPAN HATIKU

Aku cuma mau menjelaskan :) di sini aku tidak memfitnah siapa-siapa :) Aku juga tidak mengatakan aku itu benar.Selama ini, aku tidak mencoba mengganggu hubungan kalian berdua :) Sedikit pun tidak berusaha merusak. Sama sekali tidak :) Aku malah selalu berkata padany "semoga kehidupan kamu denganny bahagia" dan aku juga sering berkata "bahagiakanlah dia" "jagalah dia sayangi dan cintai sepenuh hati"
Aku sudah mengatakan padany "Jika kamu memang benar-benar menyayanginya, mencintany, hanya tetaplah setia bersamany, jangan begini terhadapku" tapi kamu berkata "di hatiku, di pikiranku selalu ada kamu","aku tidak bisa melupakanmu", "suatu saat nanti,sebenarny dalam hatiku aku ingin hidup bersama kamu"
Terus bagaimana?
Di saat aku menjauh, kamu yang mendatangiku. Dan aku juga pun begitu.
Aku akui aku salah :) Aku juga tau kita salah :) Tapi aku tak pernah berusaha untuk mengambil kamu darinya :)
Aku tetap diam :)
Aku tak pernah berusaha menghancurkan kehidupan kamu bersamany. Demi Tuhan!
Aku mungkin tak sempurna, aku juga tidak mengakui aku memiliki hati yang baik.
Tapi inilah yg sebenarny, kamu boleh membuatku buruk di mata semua orang, tapi semoga Tuhan menunjukkan apa yang sebenarny telah terjadi :)
Semua orang juga boleh menganggap aku "JANC*KAN" "NG***LI" itu terserah kalian :) aku tak akan berusaha membalas semuany :) Tuhan tau yang sebenarny terjadi :)
Aku cuma manusia biasa :) punya perasaan dan batas kesabaran :) aku tak membenci siapa-siapa :) aku hanya sedikit kecewa :) kenapa bisa seperti ini? :)